Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Renungan

Kisah menarik dimalam Natal

Pada tahun 1914 ada sebuah kisah menarik yang terjadi di malam Natal. Saat itu terjadi peperangan antara Inggris, Jerman dan Perancis. Di malam Natal seperti itu, pastilah para prajurit ingin berada di rumah, berkumpul dengan keluarga, menyiapkan kado-kado, bernyanyi dan menikmati sukacita serta hidangan yang enak. Tapi kali ini mereka berada jauh dari rumah, jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai.

Sabar sebelum salah

Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan. ( Amsal 14:29 ) Kesabaran itu dibuktikan oleh pengalaman. Itu juga yang terjadi pada Stephen Covey penulis buku Seven Habits of Highly Effective People tentang pengalamannya di kereta api bawah tanah New York. Hari itu Minggu pagi, para penumpang duduk diam, mengantuk,membaca koran dan beberapa lagi melamun. Namun ketenangan itu berubah saat seroang pria dan anak-anaknya naik membuat gaduh dan mengganggu seluruh gerbong. Pria itu nampak tidak peduli dengan tingkah anak-anaknya yang sangat mengesalkan. Ia bahkan tidak berbuat apa-apa.

Hidup sulit ada untungnya

Menjadi sulit dimengerti bahwa Tuhan membiarkan Iblis tidak undur daripada Paulus. Tuhan membiarkan Iblis menggocoh Paulus. Kata menggocoh di sini maksudnya adalah memukul berulang-ulang. Kata menggocoh di sini dalam teks aslinya adalah kolafize (κολαφίζῃ) dari akar kata kolaphizo (κολαφίζω), yang diterjemahkan buffet (memukul dengan tangan terus menerus). Menggocoh di sini bukan sesuatu yang dapat membunuh atau membahayakan, tetapi tentu tidak membuat nyaman, bahkan bisa-bisa menyakitkan.  Dalam terjemahan bahasa sehari-hari, 2 Korintus 12:7 diterjemahkan sebagai berikut: Tetapi supaya saya jangan terlalu sombong karena penglihatan-penglihatan yang luar biasa itu, saya diberikan semacam penyakit pada tubuh saya yang merupakan alat Iblis. Penyakit itu diberikan untuk memukul saya supaya saya tidak menjadi sombong.